ESTETIKA

A.A.M Djelantik dalam bukunya Pengantar Estetika

Ilmu Estetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang  keindahan , mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut indah.
Misalnya apa arti Indah? Apakah yang menumbuhkan rasa indah itu? Apa yang menyebabkan barang yang satu dirasakan indah sedangkan yang lain tidak, apakah yang menyebabkan rasa indah pada orang berbeda? Pertanyaan –pertanyaan seperti itu merangsang manusia untuk berfikir dan mengadakan penyelidikan .
Ilmu Estetika baru berkembang sejak perkembangan pesat di Eropa pada abad 17 dan 18  dalam segal bidang ilmu pengetahuan. Ilmu estetika dapa tmemperoleh manfaat dari penggunaan hasil penyelidikan dari perkembangan ilmu yang ada.

Bantuan dari Ilmu pengetahuan
Pengalaman indah terjadi melalui panca indera khususnya indera lihat dengar, dan berkat bantuan indera-indera tersebut menangkap sinar dan bunyi yang kemudian meneruskanya rangsangan yang terjadi didalamya untuk diresapkan kedalam bagian bagian tertentu dalam otak, pada hakekatnya sinar dan suara merupakan peristiwa fisik , terdiri dari getaran udara pada suara dan getaran elektromagnetik pada sinar. Sifat dari getaran –getaran itu bergelombang, penagkapan gelombang oleh indera kita merupakan peristiwa fisik yang diteruskan ke dalam tubuh kita dan diolah menjadi peristiwa fisiologi dan biologic. Tidaklah mengherankan bahwa, Ilmu Fisika dan ilmu  fisiologi maupun dapat menyumbangkan hasilnya kepada ilmu estetika dengan memberikan proses penagkapan dan peresapan-peresapan gelombang-gelombang tersebut kedalam tubuh kita.  Sifat-sifat sinar maupun sifat–sifat suara atau bunyi sangat dipengeruhi oleh Frekuensi (jumlah gelombang dalam 1 detik) dan Amplitudo ( besarnya gelombang). Keduanya ini dapat diukur secara kuantitatif dengan alat-alat tertentu. Setelah adanya alat ukur seperi ini dapat dibuktikan bahwa kuantitas suara maupun sinar sangat mempengaruhi kualitas suara maupun sinar. Dengan demikian dapat mempengaruhi penagkapan dan peresapannya yang lebih dalam,  hingga dapat berpengaruh terhadap kurang atau atau lebihnya keindahan yang dinikmati.

Ilmu Biologi memberi jawaban  tentang cara penangkapan oleh indera kita, perubahan-perubahan apa yang terjadi serta anatomi dan fungsi indera kita yang dapat mempengaruhi persepsinya.

Ilmu Fisikologi dapat membantu dengan menelusuri proses yang terjadi setelah penagkapan oleh panca indera dan penyerapanya lebih dalam sampai di otak kita, dengan menelusuri proses mental yang berlangsung dalam jiwa manusia pada saat menikmati keindahan dan factor-fator yang mampengaruhi proses tersebut.

Untuk mengerti apa yang terjadi pada saat yang paling akhir hingga kita bisa mengalami keindahan itu dan kemudian bisa menilai sifat dan mutu dari pengalaman indah tersebut juga memerlukan bantuan dari ilmu lain, terutama dari golongan humaniora seperti ilmu sejarah, ilmu sastra, ilmu social, ilmu teologi, arkeologi, dan lain-lain.

Banyak permasalahan estetika yang belum dapat dijawab oleh semua cabang ilmu pengetahuan, maka dari itu memerlukan pendekatan yang lain yang cakupanya lebih luas dari pada ilmu ilmiah yakni ilmu Filsafat

Dengan pendekatan filosofis dapat diusahakan untuk mengerti pendirian suatu pendapat dan norma-norma yang dipakai seseorang pengamat dalam menilai karya seni, pendekatan yang  demikian walaupun bisa memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tertentu sekaligus juga akan bisa membingungkan. Lain halnya dari jawaban yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah, pendekatan filosofis tidak selalu memberi jawaban tunggal tapi memberi beraneka macam jawaban yang masing-masing mempunyai nilai kebenaran tersendiri tergantung dari sudut penilaianya yang diambil untuk mennjau suatu aliran filsafat yang dianutnya.

Penilain  karya seni adalah  suatu kegiantan dimana bisa mendapat banyak perbedaan faham antara para ahli, para sastrawan para budayawan bahkan antara para seniman sendiri.

Namun usaha mempelajari filsafat keindahan yang rumit itu tidak kurang pentingnya dari pada pendekatan estetika secara ilmiah Pendekatan ilmiah sangat  berguna balam proses pengamatan (observasi) dan untuk pembahasan (analisa) apa yang dihasilkan dari observasi itu.  Pendekatan yang lain melengkapi pengertian kita melalui renungan, menerapkan kemampuan kita untuk membuat sintesa (kesimpulan) menyusun serta merumuskan pandangan yang terintegrasi, terpadu yang mencangkup segala aspek permasalahannya.

Post a Comment